Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kolom Santai

Hongaria adalah Simpul Mula

Gambar
TWITTER.COM/ANTIQUEFOOTBALL via bolasport.com Setiap negara pasti punya suatu masa dimana mereka menganggapnya sebagai puncak hagemoninya dan selalu dituturkan dengan berbagai bumbu kebanggaan. Bagi persepakbolaan bangsa Hungaria mereka menganggap pertengahan abad 20 adalah puncak hagemoni mereka.  Nama-nama Ferenc Pusks, Sndor Kocsis, hingga Nndor Hidegkuti akan selalu harum di langit jagat sepak bola Hongaria. Mighty Magyars, the Magical Magyars, the Magnificent Magyars, the Marvellous Magyars dan Golden Team itulah berbagai julukan mereka. Sekelompok punggawa tim nasional Hungaria besutan pelatih legendaris Gusztv Sebes. Mereka menyengat semua tim power house sepak bola eropa. Pada gelaran Olimpiade 1952 di Finlandia, Hidegkuti dan rekan-rekan menggondol medali emas mengangkangi negara-negara besar dan menjungkalkan Yugoslavia yang sedang garang-garangnya. Sebes membuang taktik WM yang lumrah dipakai di masa itu dengan perombakan besar dan menelurkan versi sangat awal yang nanti...

Hak Asasi

Orang seringkali bersembunyi di balik tungkai Hak Asasi untuk melakukan hal seenak udelnya. Menurut A. Mustofa Bisri, Indonesia sedang dimabuk Hak Asasi. Seperti kalau diibaratkan, burung yang dari sangkar,kemudian dilepaskan ke ruangan. Burungnya bakal terbang gak terarah nabrak-nabrak dinding. Menunggu hingga si burung ini stabil yang entah kapan. Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) dalam Markesot Bertutur (1993), dengan ciamik menggambarkan begini, Hak Asasi itu letaknya seperti burung (lagi-lagi burung 😁) yang dibebaskan dan ia tau diperbolehkan Tuhan untuk terbang setinggi ia mau. Tapi, ada entitas lain berupa Matahari, burung-burung itu akan terpanggang bila menuruti 'hak asasi' mereka untuk terbang tinggi. Batas-batas itu lah yang kita sebut Agama, agar Hak Asasi tidak malah meracuni kita. Akhir kalam. Silahkan melakukan eksploitasi hak asasi kalian. Tapi ingat, seperti Zakat bahwa ada hak orang lain di dalam hak kita. Tabik, RKR Masyarakat Maiyah 'Virtual'